KISS: Keep It So Simple!

Jargon ini mungkin sering kita dengar. Terkadang akronim ini diartikan dengan “Keep it simple, St*pid!” Agar terdengar lebih sopan, saya “modifikasi” sedikit.

Simple, dalam bahasa Indonesia biasa disebut sederhana atau “simpel”. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, artinya adalah “mudah dikerjakan atau dimengerti (tidak berbelit-belit)”.

Kali ini kita akan membicarakan pentingnya mencoba untuk tidak terlalu “ngejelimet” dengan sistem trading kita. Simpel saja, pengertian “sederhana (simple)” di sini bukan berarti melakukan transaksi tanpa berfikir panjang atau serampangan. Maksud simpel di sini adalah kita cukup menemukan style dan sistem trading yang “se-simpel mungkin, tapi tidak sepele”. Kalau kata Einstein: “Simple but not simpler”.

Sebenarnya ada banyak alasan mengapa kesederhanaan ini justru menjadi motto yang sangat populer di kalangan trader senior. Beberapa alasan yang paling penting adalah: semakin simpel sistem trading kita, artinya semakin mudah untuk kita mengerti. Makin mudah pula bagi kita mengendalikan emosi karena dalam trading, faktor emosi ikut menentukan. Kita akan lebih konsisten dalam pencapaian profit dan akan berdampak positif, kita akan semakin PD (Percaya diri). Faktanya, banyak sekali sistem trading yang sederhana namun bisa memberikan hasil yang memuaskan.

Hubungan Dengan Emosi

Kebanyakan trader pemula tidak menyadari bahwa trading itu sebenarnya membutuhkan pelajaran tentang penguasaan emosi, hukumnya mutlak. Bagaimana kita harus tetap berpikir jernih dan rasional di saat paling “kepepet” sekalipun. Para trader senior pun  setuju bahwa kesuksesan trading seseorang terletak di 80% penguasaan emosi, sementara trading skill hanya memegang porsi 20%. Mayoritas kegagalan trader pemula bukan karena kurangnya pengetahuan mereka, namun karena gagal mengontrol emosi.

Ingatlah bahwa berfikir pun membutuhkan energi karena pada umumnya, pikiran manusia hanya bisa fokus pada sejumlah hal yang terbatas pada satu waktu. Semakin rumit sistem trading kita, semakin besar energi yang harus kita keluarkan untuk memikirkan langkah yang tepat.

Sayangnya, me-manage emosi pun membutuhkan energi. Jika energi kita terkuras untuk memikirkan sistem trading kita yang “ruwet” itu, maka dikhawatirkan tidak akan tersedia cukup energi untuk me-manage emosi kita.

Silakan saja jika ingin membuat sistem trading yang kompleks, tapi pastikan bahwa kita bisa memahaminya secara sederhana. Dengan demikian, kita masih memiliki energi yang cukup untuk mengatur emosi kita. Inilah yang dimaksud dengan “finding the simplicity on the other side of complexity”, di mana kita bisa menggunakan sistem trading yang hebat tapi tetap nyaman dan tenang bahkan di situasi yang paling genting sekalipun.

Konsistensi

Sistem trading yang simpel akan mempermudah kita untuk bisa melakukan trading dengan hasil yang konsisten. Bayangkan jika ada 5 indikator yang berbeda pada chart Anda dan masing-masing memiliki rule yang berbeda-beda pula, tentu akan sulit agar bisa terus konsisten dalam melakukan trading.

Hal ini karena biasanya kita akan seringkali merasa bimbang di saat mengambil keputusan, karena rule dari indikator-indikator tersebut seringkali sulit untuk diikuti secara selaras. Buatlah sistem trading dengan aturan yang sederhana, dapat diingat dengan cepat dan logika dasarnya bisa dimengerti secara mudah. Kuncinya? Hindari terlalu banyak indikator, gunakanlah indikator yang benar-benar dimengerti. Jika perlu, tulis prinsip dasar dari sistem trading kita dan jangan terlalu sering mengubahnya. Tak perlu lah “bergaya” dengan memajang indikator super canggih yang justru memusingkan mata, karena tujuan trading itu sendiri adalah mencari profit, bukan “mejeng” di majalah mode. :)

Percaya Diri

Kepercayaan diri adalah salah satu bagian dari kemampuan menguasai emosi, peluluh hati yang gamang. Jika kita kehilangan rasa percaya diri, kita akan mudah bimbang dalam mengambil keputusan karena takut salah mengartikan sinyal yang muncul. Rasa takut ini seringkali membuat para trader terburu-buru menutup posisi dan lari terbirit meninggalkan chart, meskipun profitnya baru sedikit dan belum mencapai target. Lebih parah lagi mereka tak berani melakukan cut loss saat kerugian sudah membengkak.

Karena mempengaruhi konsistensi kita dalam trading, sistem trading yang simpel jelas membantu kita meningkatkan rasa percaya diri. Pada gilirannya, kita akan lebih tenang setiap melakukan transaksi.

Ada tips sederhana di kala kita sedang ragu akan penilaian kita pada pasar: berhenti trading dan tutup semua posisi. Namun ingat bahwa keputusan ini bukan karena rasa takut semata, melainkan karena memang sistem kita tak memberikan petunjuk yang jelas tentang arah pasar.

Tentu saja sistem trading yang kita pilih harus sesuai dengan karakteristik/style trading kita. Nah, jika kita telah menemukan sistem trading yang sesuai dengan style kita, sebaiknya coba dulu beberapa waktu untuk menguji validitasnya agar kita terbiasa dengan sinyal yang muncul dari sistem tersebut.

Selamat mencoba!

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Protected by WP Anti Spam