Mengenal LTRO

LTRO adalah singkatan dari Long-Term Refinancing Operation atau bahasa Indonesianya adalah “operasi pembiayaan kembali jangka panjang” yang merupakan alat bantu kebijakan moneter yang digunakan oleh Bank Sentral Eropa untuk membantu memompa likuiditas ke dalam sistem perbankan Eropa. ECB selaku bank sentral menawarkan bank-bank di Eropa pinjaman jangka panjang ECB dengan suku bunga yang berlaku.

Presiden ECB saat ini, Mario Draghi mengatakan bahwa LTRO yang pertama dan LTRO yang terbaru merupakan pinjaman bertenor 3-tahun dengan tingkat suku bunga 1%. Operasi ini telah dilakukan beberapa waktu yang lalu, dengan hutang jatuh tempo lebih pendek, seperti pinjaman tenor 3-bulan ketika krisis tahun 2008.

LTRO

Apakah ECB menawarkan Pinjaman LTRO?

Operasi ini merupakan bagian dari langkah-langkah non-standar ECB selaku bank sentral, dan ditawarkan ketika keadaan darurat ekonomi seperti krisis hutang dan keuangan yang terjadi di bank-bank Eropa pada akhir tahun 2011.

Biasanya ketika sebuah bank tertentu mendapat masalah maka ada uang cash jangka pendek yang dapat membiayai operasi bank tersebut, biasanya bank harus pergi ke private market untuk mendapatkan dana dari bank lain, sektor swasta atau lembaga keuangan lainnya. Tetapi, karena harga bunga pinjaman terlalu tinggi, atau dana telah ditarik kembali dari bank tertentu sehingga perlu mengandalkan dana dari bank sentral nasional seperti dari ECB.

Pinjaman Darurat Biasanya di dapatkan melalui Fasilitas Margin Peminjaman ECB. Biasanya, bank yang membutuhkan pendanaan jangka pendek akan perlu mengakses fasilitas ECB yang bernama “discount window” yang disebut fasilitas pinjaman marjinal, dengan mengambil pinjaman secara jangka pendek yang dibebankan pada tingkat fasilitas pinjaman marjinal. Saat ini tingkat bunga tersebut di kisaran 1,75%.

Pinjaman ini dimaksudkan untuk memenuhi kekurangan sementara likuiditas yang disebabkan oleh gangguan internal dan eksternal dan adanya stigma yang terkait kepada bank yang harus di bantu untuk menggunakan fasilitas “discount windows”.

Namun ketika sistem keuangan secara keseluruhan menghadapi tekanan, seperti yang terjadi di kuartal ke empat tahun 2011, ECB menawarkan kembali fasilitas yang lebih mudah lagi dengan menawarkan 2 LTRO – yang memungkinkan bank untuk meminjam dari ECB dengan jatuh tempo yang lebih lama dan mencoba untuk meminimalkan stigma penggunaan dana bank sentral dengan menggunakan rollover kredit mereka sehingga bank dapat membayar kembali pelunasan hutang LTRO tersebut.

Sistem perbankan Eropa saat ini sedang menghadapi sejumlah besar pembayaran hutang LTRO dalam 2 kuartal pertama tahun 2012. Krisis hutang yang lebih akut pada negara begara di kawasan Eropa di bulan November dan Desember tahun 2011 menyebabkan dana dari pasar uang AS, membatasi pinjaman mereka ke Eropa, yang menyebabkan krisis pendanaan umum dalam sistem perbankan Eropa.

Kondisi kredit yang buruk dan beban terhadap obligasi pemerintah yang negatif di pasar uang saat ini, membuat celah berbahaya di neraca pinjaman bank sentral jangka panjang dan berpotensi akan menjadi masalah pendanaan yang lebih berat ketika jadwal pembayaran hutang pada semester pertama 2012 mulai.

Semoga informasi ini menambah wawasan kita mengenai dunia finansial dan memantapkan pengetahuan mengenai analisis fundamental. Terima kasih.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Protected by WP Anti Spam