Tipe Trading dan Tipe Trader

Walau banyak tipe trading dan tipe trader, dengan jurus dan “kryptonite” nya masing-masing, pada dasarnya, trading memiliki satu esensi, yaitu mendapatkan benefit atau manfaat dari kegiatan tersebut. Ada yang mengambil keuntungan dalam bentuk fisik atau uangnya, ada yang berlatih disiplin dan meredam emosi, bahkan ada yang terlatih ketahanan mentalnya karena sering terkena auto cut.
Untuk para deposit master: tanpa sadar anda telah melatih ketahanan mental anda menghadapi musibah..

Berdasarkan keTuhanan Yang Maha Esa, setiap trader memiliki “keserakahan” nya sendiri-sendiri karena setiap orang diciptakanNya berbeda. Faktor

yang mempengaruhi “keserakahan” ini antara lain: risk appetite, equity yang digunakan, dan ketersediaan waktu memantau pasar

  1. Scalper
    Menurut wikipedia: scalper adalah orang yang melakukan tindakan menghilangkan/mengambil kulit kepala orang lain, baik dari yang sudah mati, atau masih hidup. Hiiiiyy…
    Dalam dunia trading, scalper adalah para trader yang mengambil keuntungan sangat sedikit dengan waktu yang sangat singkat. Biasanya hanya dalam hitungan detik, bahkan mili detik!
    Agar keuntungan yang didapat cukup berarti secara jumlah, biasanya, scalper menggunakan jumlah lot yang besar. Karena kerugian yang dapat ditimbulkan juga besar dan sangat cepat, tentu saja hal ini bukan pilihan yang baik untuk trader berpenyakit epilepsi atau jantungan.
  2. Day Trader
    Sedikit lebih manusiawi di atas scalper, day trader biasanya tidak membuka posisi lebih dari satu hari. Metode day trader ini mungkin cocok untuk anda yang bermodal sedikit diatas pas-pasan karena resiko/stop loss yang relatif kecil. Tentu saja dengan ratio keuntungan yang juga relatif kecil.
    Biasanya day trader menggunakan teknikal analisis / analisa teknikal serta menghindari news berdampak besar kecuali yang dalam darahnya sedikit mengalir dara Chow Yun Fat si dewa judi..
    Day trader ini juga cocok untuk anda yang memiliki waktu cukup banyak untuk selalu memandangi monitor dengan harga-harga yang naik turun. Info dan strategi lebih lengkap mengenai day trader, bisa dilihat di sini
  3. Swing Trader
    Swing trader sendiri lebih dikenal untuk kalangan pemain saham atau komoditas real tanpa faktor leverage. Para swing trader biasanya trading dengan interval satu sampai empat hari. Swing Trading mungkin cocok jika anda hanya memiliki waktu sekitar 1-2 jam setiap hari-nya untuk mengamati pasar.
    Dengan menggunakan stop loss yang cenderung lebih besar serta manajemen resiko yang lebih longgar, tentu saja tipe trader ini bisa meraup keuntungan lebih banyak pada setiap posisinya.
  4. Position Trading
    Inilah yang paling cocok jika anda seorang dengan waktu yang sangat terbatas. Bayangkan jika pada pagi hari anda harus bertemu dengan kolega di India, lalu pergi ke PyongYang untuk makan siang dengan Kim Jong Il. Dan pada malam hari, anda memiliki kebiasaan untuk makan malam di rumah bersama istri, 18 anak, dan seekor kura-kura raksasa sebagai peliharaan anda. Mungkin anda hanya memiliki waktu 5 menit setiap hari untuk memantau berita mengenai keadaan pasar.
    Ya, dengan pengetahuan mengenai ekonomi makro dan fundamental analisis, anda mungkin hanya butuh 5 menit setiap hari untuk melakukan Position Trading. Dengan modal besar, stop loss yang besar, dan jangka waktu yang lama, mungkin posisi yang ada bisa bertahan berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Mungkin masih ada tipe trader lainnya seperti trader pria, trader wanita, trader cakep,trader cantik, dan pura-pura trader. Jika ada kesempatan dan waktu, pasti akan dibahas satu demi satu..

Share
Trackbacks/Pingbacks
  1. [...] Kalo lo pengen tau tipe trader dan trading lainnya ada di sini [...]

  2. [...] scalper berpendapat bahwa akan jauh lebih mudah mendapatkan keuntungan yang kecil dibandingkan harus [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Protected by WP Anti Spam