Trading Mindset

“You are what you think” yap, itulah pepatah yang menjadi acuan kita kali ini. Kalau dilihat dari judul tulisan ini, pasti anda semua sudah mengira kalo tulisan ini berkaitan dengan topik sebelumnya: Psikologi Trading. Yap! Tulisan ini memang secuil detail dari Psikologi Trading Yang Maha Kuasa..

Sebagai trader yang lebih cenderung Loss dari pada Profit, pengetahuan tentang forex trading mindset ini tentu saja selalu menampar saya 2 sampai 3 kali dalam sehari. Sayangnya, dengan tamparan sekeras “jatah makan 3 hari kedepan berkurang” pun tetap membuat saya tidak berubah. Maklum pemula, kalo trading suka-suka, kalo loss terus ngambek dan langsung cari-cari indikator dan EA mutakhir buat mengembalikan jatah makan tersebut.

Tidak ada aturan khusus untuk merumuskan Mindset tersebut , lebih tepatnya adalah pengenalan terhadap diri sendiri.. Seperti filosofi di film-film kungfu jaman dahulu, “My own worst enemy is myself“. Maka dari itu saya berkenalan deh sama diri saya sendiri, untuk lebih mengenal “Enemy“ tersebut.

Ini beberapa contoh Mindset yang saya tempelkan dengan tulisan merah menyala di chart forex euro dan char t lainnya.

  1. Lihat apa yang ada pada chart, bukan lihat sesuai keinginan anda. (terutama kalau floating)
  2. Jangan panik dan memasang posisi “balas dendam” pada market jika saya loss.
  3. Kalau sudah loss, saya tidak akan menyalahkan siapapun, dan mempelajari kesalahan tersebut. (do a better failure next time)
  4. Kalau feeling saya bilang BUY/SELL, saya akan memastikan apakah saya sudah makan hari ini, apa saya cukup tidur kemarin, dan apakah saya sudah tarik nafas panjang 3 kali sebelum mengambil posisi. (biasanya feeling tersebut tidak berpengaruh lagi terhadap analisa)
  5. Berpatokan pada apa yang “tertulis” di chart, bukan apa yang perasaan anda katakan.
  6. dst

Kalau masih susah menentukan mindset tersebut, biasanya saya akan lari ke genteng rumah, melihat-lihat awan yang berkeliaran sambil bertanya: Apa kelemahan saya? Ya! Semua orang memiliki kelemahan, dan mengakuinya adalah cara termudah untuk mengetahui kelemahan tersebut.

Ini contoh kelemahan-kelemahan saya:

  1. Saya selalu mau untung, kalau rugi, saya akan cut loss dan pasang posisi dengan target profit 2kali lipat kerugian saya. Greed!
  2. Saya adalah trader pemula yang sok tahu dan serakah. (Saya tidak berpegang pada money management dan trading sistem yang sudah dirumuskan.-red-)
  3. Saya terlalu cepat close posisi disaat untung, dan terlalu lama berharap harga berbalik di saat loss. Well, who doesn’t? Nih referensi lanjutan: dosa trading no 4
  4. Dst.

Untuk membuat anda selalu melihat dan berpatokan pada mindset yang sudah anda rumuskan, saya mempunyai beberapa tips. Tapi tips paling berpengaruh menurut saya adalah ambisi, cita-cita, atau mimpi anda. Ingin menghasilkan uang yang banyak menurut saya bukanlah impian yang baik, tetapi dampak yang baik. Hahaha.

Impian anda harus lebih mendasar daripada sekedar uang. Carilah didalam hati anda. Apakah mungkin anda ingin membantu orang lain dengan 10% hasil trading anda? Atau anda ingin melakukan lebih banyak kegiatan bersama teman dan keluarga? Lebih disiplin dan percaya diri? Atau anda ingin menjadi astronot? Maaf bercanda, tapi saya yakin anda mengerti maksud saya.

Jadikanlah impian tersebut sebagai tujuan dan hadiah dari kegiatan trading anda. Maka anda memiliki mindset trading yang baik. Sekedar berbagi, impian saya adalah: “bisa sombong kepada tetangga saya yang biasanya pamer barang yang baru dia beli”. Well, I still need to work on this. Maklum, saya kan trader pemula yang sombong sekaligus serakah dan pendendam.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Protected by WP Anti Spam