With Great Opportunity Comes Great Risk

Judul di atas saya adaptasi dari kalimat bijak tokoh fiktif Ben Parker, paman dari Peter Parker sang Spider-Man yang juga adalah tokoh fiktif tentunya. Ben berkata pada Peter, “With great power comes great responsibility.”

great opportunity great risk

Nah, dalam dunia trading, potensi keuntungan yang ada bisa dikatakan unlimited. Demi menjaring peluang yang unlimited itu, banyak tenaga marketing dari broker maupun trader yang ingin mencoba mencari penghasilan tambahan berlomba-lomba menawarkan sistem trading yang hebat agar calon investor tertarik. Siapa sih yang tidak mau untung? Saya kira tidak ada seorangpun di dunia ini yang tidak mau untung. Bahwa jika ternyata ada entitas yang mengklaim dirinya sebagai lembaga nirlaba, saya bisa pastikan bahwa mereka pun tidak mau rugi. Ups, kok jadi melebar…. :)

Baiklah, kita kembali ke benang merah. Bahwa dunia trading itu memang sangat menjanjikan keuntungan yang bisa dikatakan tak terhingga. Inilah yang menjadi “daya tarik” yang sangat “seksi” dari dunia trading, sehingga banyaklah orang datang berbondong-bondong membawa uang mereka untuk membuka akun di broker terbaik yang dipilih dengan harapan bisa segera mencicipi atau bahkan mengarungkan keuntungan yang diharapkan akan diperoleh dari dunia trading yang mempesona itu.

Apakah semua hal di atas salah? Hemat saya : tidak. Namanya juga orang usaha. Namun ironisnya, banyak sekali di antara para “pendatang baru” di dunia trading yang salah kaprah sehingga tidak menyadari bahwa dengan potensi keuntungan yang luar biasa itu sebenarnya resiko yang tiada terukur pun mengekor di belakangnya. With great opportunity comes great risk. Sayangnya, yang ada di benak mereka hanyalah: “Wow! Hebat sekali keuntungan yang bisa didapat! Saya harus dapat!” tanpa pernah berpikir: “Oke, potensinya luar biasa. Saya tentu harus bisa menyiasati resiko yang tentu tidak kecil juga.”

Pemikiran pertama yang disebut di atas akhirnya menggiring para trader baru ini kepada mindset “saya harus bisa profit sebesar-besarnya”. Mindset ini pada gilirannya akan diaplikasikan dengan mencari sistem trading sebanyak-banyaknya yang diklaim dapat memberikan profit sebesar-besarnya. Perburuan besar-besaran terhadap sistem trading yang katanya bisa memberikan return 100% bahkan lebih dalam sebulan atau bahkan seminggu pun dilakukan. Gejala ini sudah berlangsung sejak lama. Bukan hanya dalam kurun waktu lima atau sepuluh tahun terakhir. Sudah lebih dari itu.

return 100%Sebenarnya tidak ada yang salah dengan “perburuan” ini. Yang kemudian menjadi masalah adalah bahwa mayoritas trader pendatang baru ini seakan mendewakan kehebatan sistem trading yang bisa menjadi tambang emas bagi mereka. Akibat mindset “saya harus bisa profit sebesar-besarnya” mereka lantas menolak sistem trading yang dianggap “biasa-biasa saja”, misalnya sistem trading yang “hanya” menawarkan tingkat keuntungan yang “kecil”, katakanlah hanya 5 persen per bulan. Sistem trading yang “biasa-biasa saja” itu dipandang sebelah mata, bahkan dikucilkan. Lebih berbahaya lagi, para pendatang baru ini sering terbujuk oleh rayuan gombal para “master” yang menawarkan pengelolaan dana yang konon bisa menghasilkan profit ratusan persen per bulan karena keinginan bisa cepat jadi jutawan (terkait dengan ini, baca tulisan saya sebelumnya: “Forex = Skema Cepat Kaya? HOAX!”).

Pembaca yang budiman, ingatkah Anda pada pepatah lama yang berbunyi “sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit”? Percayakah Anda bahwa dalam trading pepatah ini sangat baik untuk diaplikasikan? Sayangnya, banyak yang tidak percaya. Namun apakah tanggapan Anda jika saya mengatakan bahwa Warren Buffett pun hanya “mampu” membukukan keuntungan sebesar dua hingga tiga persen saja per bulan? :)

Sekali lagi, tidak ada yang salah dengan upaya mencari sistem trading yang “wow”. Namun tidak banyak di antara kita yang sadar bahwa “greed” adalah salah satu faktor yang harus bisa dikontrol dalam diri setiap trader. Jangan sampai hasrat yang menggebu-gebu ingin segera meraup untung besar membuat kita lupa pada hal yang sangat penting: money management. Sistem trading hanyalah salah satu dari tiga elemen penting dalam trading. Tiga elemen tersebut adalah mind (mental, psikologi), method (analisis, sistem trading), dan money (modal, manajemen modal). Sering disebut sebagai 3M. Alexander Elder mengatakan bahwa trading itu ibarat duduk di kursi yang memiliki tiga kaki. Coba cabut satu saja dari tiga kaki kursi itu, maka Anda akan jatuh.

Tidak ada salahnya saya kira untuk bisa menerima mindset “sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit”. Mencoba untuk menjaring keuntungan besar pun tidak masalah, namun tetap harus bisa menjaga agar tidak terjerumus menjadi trader yang rakus dan melupakan 3M tadi. Ingatlah bahwa potensi keuntungan yang besar sudah barang tentu diikuti oleh resiko yang tidak kecil pula. Tidak mengapa kita memiliki target keuntungan yang tidak terbatas, namun juga penting agar kita juga bisa bertahan di dunia trading untuk jangka waktu yang juga panjang tanpa batas.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Protected by WP Anti Spam